Google Reader soon will be retired

As i opened the Pokki’s google reader app just now, an official announcement popped up and said :

Google Reader Not Available

i was like… what the hell is this? Google Reader soon will be retired? is this real? or is it just temporary and soon they will release a better version of feed reader?

then i headed on to their official blog to find out the answer, and here what they say :

Powering Down Google Reader

3/13/2013 04:06:00 PM

Posted by Alan Green, Software Engineer

We have just announced on the Official Google Blog that we will soon retire Google Reader (the actual date is July 1, 2013). We know Reader has a devoted following who will be very sad to see it go. We’re sad too.

There are two simple reasons for this: usage of Google Reader has declined, and as a company we’re pouring all of our energy into fewer products. We think that kind of focus will make for a better user experience.

To ensure a smooth transition, we’re providing a three-month sunset period so you have sufficient time to find an alternative feed-reading solution. If you want to retain your Reader data, including subscriptions, you can do so through Google Takeout.

Thank you again for using Reader as your RSS platform.

honestly this is one really bad news as i am among thousands of devoted user worldwide of this service.

it looks like that i have to find alternatives to other feed reader service, so saaaaaad Senyum sedih

Iklan

Where have my ‘recent documents’ gone ?

Selama beberapa bulan menggunakan Windows 8, banyak hal yang harus dipelajari dan dibiasakan dari sistem operasi mutakhir buatan Microsoft ini. Sejauh ini saya sangat puas dengan kecepatan dan tampilan yang intuitif. Windows 8 dengan ‘Start Screen’ nya telah menggantikan tombol ‘Start’ yang secara tradisional akan selalu kita temukan di pojok kiri bawah by default. Tidak hanya itu, ada suatu feature penting yang baru saya sadari sangat penting namun tidak lagi ditemukan di Windows 8, yaitu recent documents

Sebagai seorang staf yang sering berkutat dengan aplikasi pengolahan dokumen seperti MS Office Word dan kerabatnya, feature recent document sangat membantu saya untuk secara cepat menemukan dokumen terakhir yang kita sunting tanpa perlu repot untuk mencarinya di direktori folder.

Sejak pemasangan Windows 8, saya tidak benar-benar menyadarinya karena Windows memberikan menu yang kurang lebih sama, namun tidak serupa : Recent Places. Sayangnya,alih-alih memberikan saya pintasan langsung dokumen yang baru saja disunting, yang ada malah saya diberikan daftar direktori yang terakhir saya akses, sangat tidak praktis.

Screenshot (7)

Hal lain yang dapat saya lakukan untuk mengambil pintasan dokumen yang baru saja disunting adalah dengan klik kanan pada aplikasi (mis : MS Office Word) yang sedang terbuka pada Taskbar, dimana akan disajikan daftar dokumen terakhir yang disunting. Namun, pada prakteknya saya menyunting dokumen yang tidak hanya berjenis .doc saja, namun juga .xls, atau .mdb dan lain-lain yang tentu saja memerlukan aplikasi lain untuk membukanya. Lagi-lagi, cara ini menjadi tidak praktis.

Lantas, apa solusinya?

Melalui pencarian singkat di Google saya menemukan solusi untuk kembali menemukan folder ‘recent documents’ tersebut, yang rupanya ‘disembunyikan’ oleh Windows.

Lokasi recent document tersebut dapat anda temukan di :

C:\Users\[user]\Recent

atau ketik jalankan program ‘Run’ : ( Windows + R) dan ketikkan ‘Recent’ lalu OK

Anehnya, dalam beberapa kejadian, seperti yang saya alami, dua cara di atas, tidak berhasil membawa saya pada folder yang saya cari. Apakah ada hubungannya dengan bahasa pengantar WIndows yang saya ganti ke Bahasa Indonesia, tidak tahu. Yang jelas akhirnya saya diharuskan untuk berkutat mencari folder tersebut di tempat lainnya.

Voila ! Dengan sebelumnya menyalakan pencarian untuk item tersembunyi, akhirnya folder tersebut saya temukan di :

C:\Users\[user]\AppData\Roaming\Microsoft\Windows\Recent Items

What Next?

Sekarang tinggal membuat pintasan di Taskbar dengan cara klik kanan dan pilih ‘pin to taskbar’

So are we done? Hmm no, its not it that i wanted.

Praktis. saya ingin praktis. untuk itu, kita memerlukan satu cara tricky lagi untuk membuatnya menjadi bahkan lebih praktis.

Saya ingat pernah memasang aplikasi pengganti Taskbar yaitu RocketDock. Bagi yang sudah akrab dengan RocketDock tentu familiar dengan tambahan Rocket Dock yang disebut Stack Docklet yang membuat pintasan suatu folder dan begitu di klik dapat langsung menguraikan isi folder tersebut, yes just like the one on Apple’s Mac

Jadi, yang saya lakukan adalah membuat pintasan StackDock untuk folder Recent Items yang tadi telah kita temukan. Sehingga jadilan pintasannya menjadi seperti di bawah ini, benar-benar praktis karena tinggal sekali klik, saya dapat langsung menemukan dokumen yang saya cari. [PS : jangan lupa mengurutkan item di stack docklet berdasarkan ‘last modified’]

Screenshot (6)

Hello (again) !

i have never made a real writing since… lets say a year ago (i dont actually count), the specific writing that i mentioned was the one that talks about Law, Legal Issues, Political Statement or anything that relates to it. its either i havent found the real passion in such field, or that i dont have enough capability to do so.

shall i try it from now on? to write down anything that i feel and publish it out?

Kembali ber-Tumblr

Rasanya sudah lama saya tidak menyentuh Tumblr. terakhir yang saya lakukan adalah log in, setting ini itu, milih tema, dan mendaftarkan feed dari situs-situs favorit, video langganan, dan postingan twitter agar muncul otomatis di blog mikro ini.

Dan setelah itu, saya tinggalkan.

Jadilah Tumblr ini menjadi semacam papan pengumuman dari feed rss yang tadi saya sebutkan. Sama sekali tidak menarik jadinya. Dan, sama sekali tidak membuat saya berkreasi untuk memberikan postingan-postingan baru. Ah, lagu lama.

Tumblr pada ide awalnya adalah ingin membunuh kesan blog yang terlalu ribet, seius, dan tidak menarik. Dari ide itu lahirlah konsep microblogging, dan salah satu pemain yang hadir adalah Tumblr.

Sejarah Tumblr

Pada tahun 2007, seorang pengusaha internet muda yang bernama David Karp telah menciptakan Tumblr. Beliau menciptakan tumblr di Jepang pada saat beliau berumur 19 tahun. kemudian setelah David Karp menciptakan tumblr tersebut, beliau juga menemukan sebuah kata baru yang akan digunakan pada layanan tumblr yaitu "Tumblelog". Tumblelog memiliki arti yaitu bentuk pendek dari blogging atau mengarah ke dalam bentuk miniblog. Pada tumblelog, layanan ini hanya dapat mengirimkan satu kalimat pendek saja, berbeda dengan blog-blog yang ada. David Karp kagum dengan bentuk baru blogging ini, kemudian beliau berkata, ia akan menunggu untuk salah satu platform blog yang sudah siap agar para pengguna dapat mengatur sebuah platform. Tetapi, setelah satu tahun lamanya hal tersebut tidak terjadi juga. kemudian David karp sendirilah yang akhirnya turun tangan untuk menyelesaikan platform blog tersebut. Inkarnasi saat Tumblr diluncurkan pada tanggal 1 November dan versi beta telah diluncurkan beberapa bulan sebelumnya.

Dengan sifat khasnya, maka saya akan menjadikan Tumblr benar-benar blog pendamping saya, sebuah equal blog dengan blog ini. Jika blog ini barangkali akan lebih saya fokuskan pada kajian dan artikel ilmiah, maka Tumblr akan hadir sebagai penyegar dan memuat topik-topik yang lebih variatif.

Dan, sebagaimana doa-doa saya terdahulu ketika akan memulai sebuah blog : Semoga ini bisa langgeng. Amin.

http://akhpan.tumblr.com

Source : id.wikipedia.org

Mengenal Daylight Saving Time

Daylight Saving Time

Beberapa hari ini ketika saya mengecek settingan waktu pada sudut kanan bawah desktop saya akan menemukan notifikasi yang berbunyi : “Daylight Saving Time ended on 07 Nopember 2010 at 2:00. The clock went back 1 hour at that time”

A question suddenly popped up in my head : What is Daylight Saving Time?

DST adalah suatu tindakan sementara memajukan waktu selama musim panas sehingga waktu siang hari memiliki “jam matahari” lebih banyak dibandingkan pada pagi hari. Hal serupa dilakukan serupa pada saat musim semi dan dimundurkan satu jam pada musim gugur.

Penerapan DST dipelopori oleh George Vernon Hudson pada tahun 1895. Secara politik diterapkan oleh pemerintah Jerman pada waktu Perang Dunia I antara 30 April dan 1 Oktober 1916. Banyak negara-negara beriklim sedang yang ikut menerapkannya sejak itu, dengan perubahan waktu yang bervariasi dan berubah-rubah tergantung tempatnya.

Penerapan ini masih mengundang kontroversi. Menambahkan waktu siang yang lebih panjang akan menguntungkan pelaku jual beli, olahraga dan kegiatan lain yang memanfaatkan cahaya matahari setelah jam kerja. Tapi hal ini menimbulkan permasalahan pada kegiatan pertanian, hiburan malam, dan pekerjaan lain yang terikat dengan matahari. Kecelakaan lalu lintas berkurang ketika ada tambahan waktu siang. Efeknya pada kesehatan dan kejahatan kurang jelas. Tujuan awal dari DST adalah untuk mengurangi penggunaan alat penerangan listrik.

Misalkan pada waktu pagi hari. Katakan bahwa anda biasa bangun pukul 6 pagi dan pada waktu tersebut langit masih gelap. Dengan dimajukan 1 jam (DST), maka dengan bangun pada waktu yang sama, anda akan melihat bahwa langit menjadi lebih terang. Sehingga anda akan mematikan listrik yang tidak diperlukan selama 1 jampada hari tersebut. Kegiatan ini mirip dengan earth hour selama 1 jam yang populer belakangan. Cuman DST dilakukan pada saat orang tidur, sehingga tidak terlalu terasa seperti earth hour. Pada intinya, mencoba mengurangi konsumsi energi pada musim summer, karena pada musim winter, penggunakan listrik akan meningkat.

Hal yang paling menjengkelkan sebagai kompensasi atas penghematan energi ini adalah merubah pola hidup dengan merubah waktu dari yang biasanya. DST ini berimbas pada banyak aspek yang berkaitan dengan pencatatan waktu, dan membuat kekacauan pada janji pertemuan, perjalanan, sistem pembayaran, rekaman, alat-alat kesehatan, dan perangkat-perangkat tertentu, dan pola tidur.

Mengingat kontroversi yang akan terjadi, syukurlah DST ini tidak berlaku di Indonesia. Senyum dengan mulut terbuka

Sources : (1) en.wikipedia.org (2) threeas.wordpress.com (3) achmad.glclearningcenter.com

Throw it to the bin, just that simple.

berlinseoul-cheonggyecheon-2amsterdam_canals

Don’t we all like to go abroad and taking pictures around there? Europe, US, Singapore, or even Malaysia have been everyone’s favourite spot to visit. Why do we feel excited to stay longer abroad and feel less in our homecountry instead? Many young indonesians are taking opportunities to study abroad and to have chances to live there. Why so? What makes our country is less attractive than those? One simple answer is the quality of life.

One aspect that can define whether a country has a better quality is the way they manage waste. yes, waste. Never any waste will make a place is fine to be seen. Never it will contribute to healthier environment. Never it makes any person feel comfortable to stay in. If so, why it seems that Indonesians feel the other way around? That it is okay for us to live in a place where garbage thrown on the streets. Why we feel secure when we buy groceries next to a huge srap heap? Why dont we feel annoyed to see people litter in any where they like?

Throw it to the bin, just that simple.

1184493494Zn3Jfs

Its been a common scene everywhere in the country where people pleased to littler anywhere they like. they might think that somebody will pick those up and put them in the right bin. they possibly think that authority already has its crews to do that kind of stuff. If we consider this as one individual’s thought, its might be not a big deal. but what if we say that everyone are thinking the same?

Make a move then. Throw any waste to the bin, just that simple. Period.

are you dare enough to try?

(Akhiruddin Panyalai)