Tour de Singkarak 2010

Event Internasional Tour de Singkarak akan segera digelar. Ajang yang memadukan konsep olaharaga dan pariwisata ini telah di launching pada Pebruari lalu ini mengambil rute yang mengekplorasi alam sumatera barat yang terkenal perawan.

Tour de Singkarak yang telah masuk dalam kalender tahunan Organisasi Balap Sepeda Dunia (UCI) ini akan menghimpun peserta asing yang ambil bagian dalam balap sepeda Tour de Singkarak 2010. Tahun ini diperkirakan 20 tim dan 300 pembalap tamu serta 15 tim pembalap dalam negeri dari berapa daerah dan perkumpulan. Mereka akan melakukan team time trial di kota Padang, kemudian menuju Pariaman, Maninjau, Ngarai Sianok, Bukittinggi, Batusangkar, Sawahlunto, dan Singkarak

berikut video release-nya :

 

kunjungi www.tourdesingkarak.com untuk informasi lebih lanjut.

Pekan Budaya Sumbar Dipercepat

P1010113crp PADANGKINI–Pekan Budaya SumateraBarat yang rutin digelar setiap Juli, tahun ini dipercepat menjadi 16-22 Mei.

Kepala Dinas Pariwisata, Seni, dan Budaya Sumatera Barat James Hellyward mengatakan, dipercepatnya Pekan Budaya untuk memulihkan kondisi pariwisata Sumatera Barat pasca gempa 30 September.

"Ini kesempatan  untuk recovery pariwisata pasca gempa, sebab setelah gempa terjadi penurunan kunjungan wisatawan ke Sumatera Barat," katanya kepada PadangKini.com.

Dengan tetap digelarnya Pekan Budaya, katanya, menunjukan bahwa kondisi Sumatera Barat baik-baik saja.

"Masih banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi, hotel-hotel juga sudah diperbaiki, terutama orang Minang yang ada di rantau, jangan takut datang ke sini, kita juga berharap wisatawan domestik kembali berwisata di Sumatera Barat," katanya.

Pekan Budaya akan digelar di Taman Budaya Provinsi Sumatera Barat dan Museum Adityawarman. Didanai Rp1,2 miliar dari APBD Sumatera Barat, acara ini akan dihiasi aneka atraksi tradisional 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

Selain pagelaran seni tradisi, juga diadakan sejumlah lomba kesenian tradisional. Di antaranya lomba randai, dendang saluang, salawat dulang, lomba manatiang piriang, lomba lagu gamad dan lomba penyanyi pop Minang. Selain itu juga digelar pameran kerajinan berbagai daerah.

Beda dengan tahun lalu yang menggelar pawai kebudayaan dari 19 kabupaten dan kota pada acaara pembukaan, pada Pekan Budaya kali ini pawai kebudayaan diganti dengan arak-arakan peserta dari berbagai daerah dengan kendaraan bendi hias yang ditarik kuda (dokar) dari kantor gubernur di Jalan Sudirman ke Taman Budaya di Jalan Samudera.

Pada acara kali ini juga ada yang beda, pada lomba penyanyi pop minang akan diikuti warga Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi," katanya. (ynt)

Yunani Kuno dan Minangkabau

Tulisan ini begitu menggugah, saya tidak tahan untuk membaginya kepada semua. Maaf kalau ada yang merasa ini re-post, jujur saya baru membacanya.  (Akhiruddin Panyalai)

Oleh Andrinof A Chaniago

Pengajar di Universitas Indonesia

570px-Laocoon_Pio-Clementino_Inv1059-1064-1067.jpg Antara kehidupan Yunani Kuno dan Minangkabau, terdapat jarak waktu pemisah lebih dari duapuluh abad lamanya. Melihat pencapaian luar biasa dari bangsa Yunani Kuno, juga bukan hal yang setara untuk membandingkannya dengan Minangkabau yang hanyalah sebuah suku bangsa diantara duaratusan suku bangsa di Indonesia. Tetapi, jika melihat sejarah tokoh-tokoh pemikir terkemuka berikut warisan karya-karya pemikir dari kedua masyarakat ini, kita akan menemukan sesuatu yang relevan untuk dibandingkan.

Sama dengan sikap hidup individu orang Minangkabau, masyarakat Yunani Kuno menyukai kehidupan yang bebas dan merdeka. Selain itu, keduanya dikenal dengan masyarakat yang haus akan pengetahuan. Sebagian orang Yunani Kuno juga suka merantau. Namun, di sini mulai tampak perbedaan mereka dengan orang Minang. Orang-orang Yunani Kuno pergi merantau karena sebagian besar tanah mereka gersang dan tandus. Dengan demikian, motif orang-orang Yunani Kuno pergi merantau semata-mata untuk ekonomi. Semenara bagi orang Minang, merantau bukan semata-mata untuk tujuan ekonomi, melainkan juga untuk belajar hidup, sebagaimana bisa kita lihat dari beberapa pepatah Minang.

sum_minangkabau Tanah di wilayah fisik-geografis orang Minang adalah tanah yang subur, karena memiliki lahan lapisan vulkanik yang luas dan memiliki bukit-bukit yang ditumbuhi tanaman lebat yang membuat bukit-bukit itu sebagai ”prasarana” irigasi alami bagi lahan pertanian di dataran rendah. Dari sumber air yang berasal dari ruas pegunungan Bukit Barisan itu, bukan saja padi dan tanamanpalawija yang tumbuh sehat, tetapi juga bermanfaat untuk membesarkan ternak hewan dan membudidayakan ikan air tawar. Bahkan, dengan sumber air yang datang dari pegunungan itu yang kemudian ditampung oleh Danau Maninjau dan Danau Singkarak, daerah ini menjadi tempat produksi listrik yang biaya produksinya hanya seperlima dari listrik yang diproduksi oleh sistem pembangkit batu bara ataupun gas. Selain itu, sejalan dengan watak ekspansionis modal, beberapa sumber air alami di Sumbar itupun menjadi sumber produksi air kemasan yang populer dengan nama air mineral. 

Baca lebih lanjut

Agustus, Kongres Kebudayaan Minangkabau

PadangEkspress – Kongres Kebudayaan Minangkabau (KKM) tahun 2010 akan digelar di Bukittingi, Agustus mendatang. Untuk menghimpun masukan dari berbagai lapisan masyarakat, panitia pelaksana KKM telah mengadakan pertemuan dengan berbagai kalangan masyarakat

Pertemuan dengan berbagai  tokoh masyarakat Kabupaten Sijunjung yang dipusatkan di Gedung Pancasila Muaro Sijunjung beberapa waktu lalu dipandu oleh dua orang panitia  penyelenggaraan KKM yaitu, Chairul Umaiya dan Syafrudin Bahar St. Majolelo.

Tujuan pertemuan oleh panitia KKM untuk menghimpun berbagai masukan dari berbagai kalangan masyarakat. Terutama, mengusulkan nama pejuang beserta sejarahnya yang akan dihimpun dalam satu buku  untuk dijadikan pedoman dan diusulkan menjadi pahlawan nasional.

Karena itu, panitia meminta masukan dari peserta untuk menyampaikan siapa saja tokoh-tokoh pejuang yang belum terdaftar waktu melawan penjajahan Belanda dulu. Baik pejuang sebelum merdeka, sewaktu perang Tuanku Imam Bonjol dan perang melawan Belanda.

Selain itu juga dibicarakan tentang perlunya pengembangan usaha ekonomi masyarakat. Sehingga, masyarakat Minangkabau secara keseluruhan dapat saling membahu dalam mendukung usaha. Baik melalui Gebu Minang, ataupun  melalui kelompok usaha lainnya. (*)

Mesjid Raya Sumatera Barat [details]

Masjid Unik Sedunia Di Sumatera Barat. Masjid Raya Sumatra Barat (Sumbar) yang tengah dibangun di Jalan Khatib Sulaiman Padang, akan menjadi salah satu tempat ibadah kaum muslim terunik di dunia.

FotoObjek-mesjid-raya Keunikannya terletak pada bentuk bangunan yang berarsitektur perpaduan moderen dan tradisional rumah adat Minangkabau dengan ciri khas atap runcing, kata Ketua Pembangunan Masjid Raya Sumbar, Marlis Rahman di Padang, Senin.

Selain itu, struktur dan arsitektur bangunan masjid dibangun dengan desain konstruksi anti guncangan kuat sehingga diharapkan aman dari gempa berkekuatan besar.

Masjid Raya Sumbar tengah dibangun dengan ukuran bangunan 18.091 meter persegi di jalan Khatib Sulaiman pada satu sisi dan sisi lain di Jalan K.H Ahmad Dahlan berada di pusat Kota Padang dan membutuhkan biaya pembangunan hingga Rp507,82 miliar.

utama Tempat ibadah ini setelah selesai akan dapat menampung total 20 ribu jemaah itu dibangun pada lahan seluas 40,98 hektar, sedangkan bangunan utama masjid seluas 18.091 meter persegi. dengan dana pembangunan total diperkirakan Rp507,82 miliar.

Baru-baru ini saya menemukan gambar detail Mesjid yang di release di forum skyscrapercity

airjernih halaman halaman6 halaman2

Baca lebih lanjut

Randai 2.0

Berapa orang dari anda yang tahu apa itu Randai ?

Randai adalah kesenian tradisional Minangkabau yang memadukan seni musik, teatrikal, tutur cerita, tari, dan silat. Lebih lanjut, kita simak apa kata Om Wiki :

RANDAI-10Randai is a folk theater tradition of the Minangkabau ethnic group which incorporates music, singing, dance, drama and the silat martial art. Randai is usually performed for traditional ceremonies and festivals, and complex stories may span a number of nights.[1] It is performed as a theatre-in-the-round to achieve an equality and unity between audience members and the performers.[2] Randai performances are a synthesis of alternating martial arts dances, songs, and acted scenes. Stories are delivered by both the acting and the singing and are mostly based upon Minangkabau legends and folktales.[1] Randai originated early in the 20th century out of fusion of local martial arts, story-telling and other performance traditions.[3] Men originally played both the male and female characters in the story, but since the 1960s women have also participated.[1]

en.wikipedia.org

Baru-baru ini saya menemukan video penampilan Randai yang dibawakan oleh mahasiswa University of Hawaii at Manoa Department of Theatre and Dance College of Arts and Humanities.

Sangat-sangat salut dengan penampilan mereka yang sangat apik dan menarik. Berikut 1 dari 9 video penampilan Randai mereka yang sangat mengesankan. Selebihnya dapat anda temukan di sini.