Pansus, Markus, Gayus, dan… Hiatus

Sejenak kita melepaskan pikiran kita dari berbagai kasus Gayus, Markus, dan Pansus. Ada satu topik –us yang sebenarnya sudah usang, tapi menarik untuk dibahas.

sebagai individu yang wara wiri di dunia per-blog-an dan jejaring sosial barangkali saudara-saudari pernah dengar istilah ini :

HIATUS

 

tapi apakah sebenarnya makna Hiatus itu ? Darimana asalnya ?

well, secara awam, saya mengartikan Hiatus itu adalah ‘tanpa status’. artinya baik di dunia Blog, Facebook, Twitter, ataupun jejaring sosial lainnya saya tidak secara aktif lagi ikut mengupdate keadaan saya. Artinya benar-benar tanpa status, alias menghilang sejenak.

makanya baru-baru ini saya memposting ini di akun twitter saya :

Captureapakah arti Hiatus sesederhana itu, baik, mari kita lihat apa kata Om Wiki :

 

hiatus (plural hiatus or hiatuses)

  1. A gap in a series, making it incomplete.
  2. (linguistics)
    1. A syllable break between two vowels, without an intervening consonant. (Compare diphthong.)
    2. The condition of having such a break.
    3. Words like reality and naïve contain vowels in hiatus.
  3. A gap in geological strata.
  4. (anatomy) An opening in an organ.
    Hiatus aorticus is an opening in the diaphragm through which aorta and thoracic duct pass.
  5. An interruption, break or pause.
  6. A vacation, break from work.
  7. – quoted from Wikipedia

lebih lanjut, Om Wiki mengatakan :

Hiatus may refer to:

jadi Om Wiki sepakat kalo Hiatus itu berarti berhenti sejenak.

lalu, Mba Isnuansa juga merangkum beberapa alasan netter memutuskan untuk Hiatus, diantaranya :

1. Bosan.

Kebosanan yang dihadapi blogger, pada umumnya karena melakukan rutinitas yang itu-itu saja. Mereka ingin sejenak melakukan kegiatan yang berbeda dari biasanya. Hiatus!

Ada juga yang bosan dengan penampilan lay out atau template blognya, dan sudah mencoba beberapa kali mengganti tetap saja belum puas. Sudah terlanjur capek, dia mencoba untuk liburan sesaat.

2. Males Nulis.

Yang ini karena kehabisan ide, atau memang sedang tidak memiliki bahan postingan, stok tulisannya sudah mulai habis. Mending hiatus saja deh, cari ide di tempat lain dulu.

3. Koneksi Lambat.

Daripada terjebak dalam situasi stress gara-gara menunggu koneksi lancar kembali, lebih baik memang berhenti sementara waktu dari aktifitas ngeblog.

4. Bermasalah Dengan Hosting.

Misalnya tiba-tiba passwordnya nggak bisa dipakai, atau servernya mengalami down [tau kan, yang ini contohnya siapa?]. Ini disebut: terpaksa hiatus!

5. Urusan Hati.

Yang ini biasanya terjadi pada seorang blogger muda yang moody. Ketika patah hati, ketika hubungannya dengan pasangan bermasalah, mereka memilih mengurung diri di dalam kamar, merutuki nasip buruknya, hiatus, daripada melanjutkan aktifitas positif seperti ngeblog.

6. Banyak Kerjaan.

Ada alasan yang lebih ampuh lagi nggak, daripada pekerjaan di dunia nyata yang lebih membutuhkan perhatian kita sehingga aktifitas blogging terpaksa ditunda dulu selama beberapa waktu?

7. Ke Luar Kota.

Bisa jadi karena urusan kerjaan, atau memang sedang melakukan liburan, yang tidak ingin terganggu dengan aktifitas dunia maya.

8. Sakit.

Ooowwhh… Kasihan sekali jika kita sampai terbaring di rumah sakit, atau harus istirahat beberapa hari di rumah dan dianjurkan oleh dokter agar beristirahat penuh dari segala macam kegiatan.

Bahkan, kadang sakit kepala ringan atau demam saja juga sudah bisa mengurangi minat kita untuk blogging dan memilih untuk hiatus selama beberapa saat.

9. Tugas Sekolah / Kuliah.

Beberapa teman blogger saya terpaksa hiatus karena mengejar waktu menyelesaikan skripsinya. Sampai sekarang, ada yang belum selesai juga, dan blognya sudah hampir setahun terbengkelai karena hiatus!

10. Bokek.

Buat yang ngeblognya masih harus melalui warnet, kadangkala harus terkendala dengan besar kecilnya dana yang kita miliki untuk bisa terhubung dengan blognya.

Meskipun keinginan untuk ngeblog lumayan tinggi, jika keuangan tidak mendukung, terpaksa deh, harus hiatus juga.

Tadinya saya juga mau Hiatus berhubung lagi skripsi. Tapi… twitter, dan WLW senantiasa menggoda…

Kuatkanlah hamba Ya Allah…!

Iklan

2 thoughts on “Pansus, Markus, Gayus, dan… Hiatus

  1. Oiya, saya baru kepikiran, apakah hiatus hanya berlaku untuk blog saja? Gimana dengan sosial media seperti Facebook dan Twitter?

    Apakah berhenti ngebloh, tapi masih apdet status Facebook dan Twitter, bisa dikatakan hiatus?

    Balas
    • menurut pengalaman saya dan dari yang sering teman-teman saya lakukan, mereka juga melabeli “hiatus” jika mereka juga berniat untuk “istirahat” dari jejaring sosial.

      terimakasih atas kutipannya mba, salam kenal =)

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s