Bidadari – Episode 1

“Rasanya sekian saja pertemuan kita pada hari ini. Jika ada permasalahan yang masih mengganjal, insya Allah akan kita bicarakan kemudian” ujar Haykal menutup liqa’ malam itu. Kemudian majelis mengakhiri pertemuan di sekretariat Masjid Al-Amin pada malam itu dengan doa.

arfanSudah dua bulan ini aku tergabung dalam kegiatan majelis taklim. Adalah Razi, teman sekampusku, yang berinisiatif mengundangku dalam majelis ini. Entah apa pikiran Razi kala itu, sehingga mau mengajakku bergabung. Mengingat betapa keras kepalanya aku waktu itu.

“ Apa? Majelis taklim? Please deh ah…” ujarku kala itu, di perpustakaan kampus.

“ Emang kenapa sih? Arfan, arfan…Bagus lagi. Lo tau gak, ‘keberkahan itu ada dalam jamaah’, setiap kegiatan, kita gak pernah melakukan kegiatan yang sia-sia: tadarus, tausyiah, diskusi, kerja bakti. Itu bagus dan positif ‘kan?” Razi mencoba menjelaskan.

“ Oke, zi. gua juga tau kalau itu baik dan bagus. Tapi, kayanya ga sekarang deh….” Kemudian aku berlalu begitu saja, meninggalkan Razi yang hanya bisa mengurut dada. Tapi, hatiku sebenarnya punya pendapat sendiri.

Belum siap? Barangkali alasan itu terlalu klise. Begitu banyak pikiran buruk menyeruak ketika aku mendengar kata-kata ‘liqa’, ‘majelis taklim’,atau ‘ikhwan’. Ya, eksklusif-lah, manusia berjenggot-lah, ekstrem-lah, tertutup-lah dan seabrek label negatif lain yang entah kenapa seolah telah tertanam dalam benakku. Ampun, tapi jujur aku tidak bisa menyembunyikan bahwa diam-diam juga terkagum dengan komunitas satu ini. Prestasi yang mereka tonjolkan memang tidak bisa dianggap sepele. IP yang berkisar di angka tiga; kecintaan luar biasa pada pengetahuan; solid; peka lingkungan; dan idealis. Waduh, tapi entah kenapa rasanya beraaa..t sekali untuk memulai bergabung dengan orang-orang itu, dan menjadi seperti mereka. Aku belum siap.

Tapi tidak ketika siang itu. Hari itu ada praktikum Fisika di gedung Laboratorium Dasar. Lepas dari materi yang ‘njelimet sejenak aku ingin mengisi kekosongan perut, tadi pagi sarapanku di-skip karena diburu waktu ke Labor. Langkah santai kuarahkan ke kantin Labor…

hijab1 (1)“Bu, nasi gorengnya satu piring, ya?” sambil menunggu pesanan datang, sejenak aku melayangkan pandangan ke taman. Kantin ini adalah kantin favoritku, selain karena makanannya enak dan harga yang cocok dengan kantong anak kos, lokasinya yang bersebelahan denga taman bunga membuatku betah berlama-lama disini. Sejuk, dan damai. Barangkali itu juga adalah pertimbangan orang-orang ini mangkal disini, eits, termasuk juga komunitas jilbab lebar, dan olala…. Siapa itu? Tangannya yang sedang memgang kertas dan pulpen menari-nari di atas meja makan. Sepertinya gadis ini sedang menjelaskan sesuatu. Setiap ucapannya disahuti anggukan temannya tanda paham. Sesekali mereka tertawa bersama, kemudian tangan yang tertutup rapat sampai pergelangan itu kembali menari-nari di atas kertas. Tanpa tersadar aku telah terbuai kesejukan taman bunga yang didiami bidadari berjilbab lebar yang sedang memegang pulpen dan kertas. Dalam sekejap semua orang di kantin raib dari pandanganku tergantikan seorang bidadari yang tersenyum ramah padaku. Bidadari ini bukanlah bidadari yang seksi dan kerap menunjukkan aurat sebagaimana banyak terangkum dalam literatur-literatur Barat, namun bidadari ini seorang akhwat berjilbab lebar dan berbaju gamis. Justru karena tertutup inilah malah terpancar keindahannya. Tutur kata yang sopan, mata yang kerap tertunduk dan tidak liar membuat hatiku teduh memandangnya. Sejuk dan damai. Persis seperti taman bunga yang sedang bermekaran indah…

“Mas Arfan, ini nasi gorengnya..!” seruan Bu kantin yang cukup keras membuyarkan pandanganku. Astaga!

[ Bersambung ]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s