Padang mulai bergerak

Saatnya berhenti meratapi nasib, waktunya untuk bergerak dan memulai keajaiban.

Berikut beberapa perkembangan pembangunan kembali kota Padang paska gempa bumi 7,9 SR pada 30 September 2009 yang lalu.

Plaza Andalas Mulai Diperbaiki

Rabu, 14/10/2009 20:21 WIB

padangmedia.com – PADANG — Bangunan Plaza Andalas yang rusak akibat guncangan gempa akhir September lalu, kini mulai diperbaiki. Sejak dua hari lalu, di sekeliling Plaza Andalas telah dipasangi seng. Tujuannya, agar tidak ada lagi warga yang datang ke sana hanya untuk melihat-lihat karena sangat berbahaya.

Dari pantauan padangmedia.com di lokasi itu Rabu (14/10), terlihat beberapa orang pekerja sibuk memberishkan dan memperbaiki bagian depan gedung berlantai empat tersebut. Menurut Irman, salah seorang satpam, akibat gempa besar tersebut, lantai empat merupakan lantai yang paling parah terkena dampaknya. Bahkan, di lantai tersebut juga terjadi kebakaran. Sedangkan lantai tiga, dua dan satu mengalami retak di dekeliling gedung.

“Sejak Senin kemarin, bangunan ini mulai direnovasi lagi. Karena itulah, sekeliling bangunan sekarang sudah dipasangi seng, sehingga tak membahayakan bagi orang lain,” kata Irman.

Diperkirakan, salah satu pusat perbelanjaan yang cukup besar di kota Padang ini, akan selesai diperbaiki selama beberapa bulan. Rencananya, tiga bulan ke depan, plaza ini sudah kembali beroperasional. Dan jika itu berjalan sesuai target, maka kemungkinan di awal Januari 2010, warga kota Padang sudah mulai bisa menikmati layanan Plaza Andalas kembali. (atvi)

Sabtu, 10/10/2009 09:11 WIB
Cerita “di Sela Puing Reruntuhan” Akibat Gempa Sumbar
Masjid Raya Anti Gempa Mulai Teruji
Oleh: Hendra Agusta

Melintas di jalan utama Khatib Sulaiman pascagempa 7,9 SR, Rabu (30/9), akan banyak terlihat bangunan-bangunan bertingkat dua ke atas yang porak-poranda serta sebagian di antaranya roboh rata dengan tanah.

Mulai dari Gedung Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda Sumbar) berlantai empat, kini lantai satu dan dua luluh lantak dan lantai III serta IV kini “berubah” jadi lantai I dan II. Gedung itu praktis tak akan bisa lagi difungsikan lagi.

Di sebelah gedung itu, kantor Anggaran Daerah wilayah Sumbar berlantai tiga roboh dan hancur berantakan.

Tak jauh dari situ Gedung Dinas Pengelolaan Keuangan daerah dan Samsat Sumbar berlantai tiga, bagian lantai satuya juga roboh sehingga lantai II dan III turun ke bawah serta gedung penerima sumber pajak daerah itu tak lagi bisa dimanfaatkan.

Masih di jalan Khatib Sulaiman Gedung Pengelolaan Sungai Wilayah Sumatra berlantai III roboh rata dengan tanah begitu pula Kampus LBA-LIA berlantai empat juga roboh tak berbentuk serta rata dengan tanah.

Gedung-gedung bertingkat lainnya di jalan protokol itu, meski tidak roboh namun mengalami kerusakan parah dan tidak bisa digunakan lagi dan harus dirobohkan untuk dibangun kembali.

Namun, ada satu bangunan yang tetap tegak kokoh di Jalan Khatib Sulaiman dan nampak bagai tak tergoyahkan oleh kekuatan gempa 7,9 SR yang tercatat telah menghancurkan 200 ribu unit lebih rumah dan bangunan di Sumbar itu.

Bangunan yang tegak menjulang dengan ketinggian setara hotel berlantai lima itu adalah Masjid Raya Sumbar yang saat ini memang masih dalam tahap pembangunan, namun bangunan utamanya telah tegak berdiri dengan indah berarsitektur kontemporer perpaduan bangunan moderen dan atap bagonjong (ciri khas rumah adat Minangkabau).

Dirancang anti gempa
Masjid Raya Sumbar memang dibangun dengan desain konstruksi bangunan yang mampu menahan getaran gempa.

Menyikapi kondisi geografis Sumbar yang beberapa kali diguncang gempa berkekuatan besar, maka Masjid Raya Sumbar mengunakan konstruksi yang didesain mampu mengantisipasi getaran gempa kuat, kata Ketua Panitia Pembangunan Masjid Raya Sumbar, H Marlis Rahman.

Masjid dengan daya tampung total 20 ribu jemaah itu dibangun pada lahan seluas 40,98 hektar, sedangkan bangunan utama masjid seluas 18.091 meter persegi dengan dana pembangunan total diperkirakan Rp507,82 miliar.

Menurut Marlis, saat mendesain bangunan para konsultan perencanaan Masjid Raya Sumbar memperhatikan secara sempurna seluruh ketentuan dalam peraturan Gempa Indonesia terbaru.

Dengan demikian, apabila terjadi gempa berkekuatan besar, bangunan Masjid Raya Sumbar sudah didesain mampu menahan beban gempa tersebut, tambahnya.

Ia menjelaskan, struk bangunan Masjid Raya Sumbar berupa open frame terbuat dari struktur beton bertulang dan baja untuk menahan beban vertikal dan lateral.

Struktur atap dibuat truss pipa baja disangga empat kolom beton miring setinggi 47 meter dan dua balok beton lengkung dengan mutu K-450.

Keempat kolom beton utama dihubungkan ringbalk dari truss baja setinggi 2,5 meter dan diperkuat deretan kolam baja miring yang selain mendistribusikan gaya vertikal beban atap juga mendukung konstruksi fasad masjid.

Seluruh kolom lantai dasar menggunakan beton sedangkan kolom-kolom lantai satu merupakan kombinasi antara beton dan baja.

Untuk pondasi, kata Marlis, digunakan tiang pancang “spun pole” dan “bored pile”, sedangkan konstruksi lantai dasar menggunakan plat struktural supaya tidak terjadi penurunan lantai sebagian masjid, mengingat lokasi pembangunan di lahan bekas rawa-rawa.

Terkait keresahan psikologis masyarakat terhadap isu bencana gelombang tsunami, perancang juga meninggikan ruang sholat utama Masjid Raya Sumbar setinggi tujuh meter dari permukaan tanah sehingga dapat digunakan untuk lokasi evakuasi jika terjadi tsunami, tambahnya.

Bagi orang tua dan orang cacat, untuk mencapai ke dalam masjid dari trotoar jalan raya dimudahkan dengan sebidang tanah lansekap yang miring yang berfungsi sebagai ram, katanya.

Rancangan bangunan masjid yang memberikan keamanan dari bencana itu diharapkan meminimalkan kekhawatiran jemaah ketika di dalam masjid sehingga lebih khusuk beribadah, kata Marlis Rahman yang juga wakil Gubernur Sumbar itu.

Dengan tetap kokoh berdirinya Masjid Raya Sumbar setelah terjadi gempa 7,9 SR Rabu (30/9) tampaknya si anti gempa ini mulai teruji. (*/wij)

Propinsi | Jumat, 16/10/2009 15:04 WIB
Pemprov Akan Bangun Gedung Tahan Gempa


Padang,(ANTARA)-Pemprov Sumbar akan membangun gedung pemerintahan berlantai tiga yang konstruksinya tahan gempa. Struktur bangunan kantor pelayanan publik tersebut, nantinya atas rekomendasi dari tim Departemen ESDM, PU dan united nation developmentprogram (UNDP).

Wakil Gubernur Sumbar, Marlis Rahman, menyebutkan, saat ini tim terpadu sedang melakukan pemetaan wilayah atau daerah terhadap rekonstruksi bangunan pelayanan publik.

“Khusus gedung perkantoran milik Pemprov Sumbar yang rusak berat, rencananya akan kembali dibangun di lokasi yang sama,” jelasnya.

Kata Wagub, bangunan tersebut akan banyak memakai partisi-partisi atau sekat dari batubata agar mengurangi bahaya kecelakaan bila terjadi gempa.(non)

Nasional | Jumat, 16/10/2009 11:14 WIB
BNI Siapkan Rp15 Miliar Bangun Kantornya di Padang


Jakarta, (ANTARA) – Direktur Bank BNI Suwoko Singoastro mengatakan, pihaknya telah menganggarkan dana sekitar Rp14-15 miliar untuk membangun kembali infrastruktur akibat gempa berkekuatan 7,9 skala righter di Padang, Sumatera Barat pada 30 September 2009 lalu.

“Dana tersebut paling tidak untuk membangun kembali dua kantor Bank BNI yang rusak di Padang,” kata Suwoko di Jakarta, Jumat.

Untuk kantor di Pandang, lanjutnya, pihaknya berpikir dua kali untuk membangun gedung tinggi.

“Dengan kejadian ini, kami tidak akan bangun gedung tinggi, cukup dua lantai saja,” jelasnya.

Ketika ditanya berapa nilai kerugian akibat gempa, Suwoko belum bisa menjelaskan.

“Kerugian masih kami hitung, jadi belum bisa menjelaskannya,” kata direktur BNI ini.

Tentang pelayanan nasabah korban gempa, Suwoko mengatakan tidak ada masalah.

“Ketika ada kabar gempa saya langsung ke sana (Padang) dan memberikan pengarahan pada karyawan untup menerapkan SOP (standar operasional dan prosedur) bencana,” katanya.

Suwoko mengatakan bahwa dengan penerapan SOP bencana ini minim terjadi keluhan nasabah dalam penarikan dananya.

“Untuk nasabah yang kehilangan identitasnya memang kami batasi sekitar Rp2,5 juta setiap penarikan di kasir,” urainya.

Suwoko juga menjelaskan bahwa tidak ada korban jiwa dari karyawan Bank BNI akibat gempa di Sumatera Barat ini.(*)

Segitu dulu saya laporkan, semoga api optimistis tidak akan pernah padam dari sanubari kita, dan dari Ranah Minang tercinta.

borrow_me405803027_a78b2871083357454258_6a02694efe3356681691_f03b2858503829341947_dcf7c1ba113356634917_c8888e50ed

*naskah dan gambar dari berbagai sumber

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s